Agustus
2013. Lion Group mendirikan sebuah
fasilitas maintenance, repair and
overhaul (MRO) di Pulau Batam, Indonesia.
Fasilitas MRO
baru yang dalam proses pembangunan oleh Lion Group ini akan diberi nama Batam
Aero Teknik, dan akan mengerjakanperawatan / pemeliharaan berat sampai kelas
tertinggi kategori perawatan berat yaitu kelas D Check untuk maskapai penerbangan Lion Group, serta pengecekan
berat untuk costumer pihak ketiga.
Batam Aero
Teknik dilengkapi empat hanggar besar dengan kapasitas perawatan/pemeliharaan
dan perbaikan komponen pesawat. Selain itu Batam Aero Teknik juga berfungsi
sebagai pusat perawatan, perbaikan dan uji coba mesin pesawat. Pendirian empat
hangar sudah dimulai, dan dua hanggar pertama akan rampung pada akhir tahun sedangkan
dua lainnya selasai akhir Juni 2014.
Di setiap hanggar memiliki kemampuan
akomodasi satu pesawat Boeing 747-400 atau tiga pesawat Boeing 737-900ER secara
berbarengan. Batam Aero Teknik direncanakan untuk dibuka pada akhir tahun 2013,
setelah disertifikasi oleh Direktorat Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat
Udara (DKUPPU). Aktifitas perdana Batam Aero Teknik dimulai dengan penanganan rangka
pesawat B 737 mencakup pemeliharaan berat dan pemeriksaan.
Ruang gedung
sebagai tempat perawatan/pemeliharaan mesin pesawat dan suku cadangnya akan
segera dikerjakan. Di bulan Agustus prosesnya dalam tahap persiapan lahan. Selain
untuk mesin dan rangka pesawat, Batam Aero Teknik juga direncakanan akan
menangani sistem pesawat utama lainnya, misalnya radio elektronik, roda
pendarat pesawat dan unit daya tambahan pesawat.
Kinerja
Batam Aero Teknik khususnya dalam bidang perawatan/pemeliharaan berat rangka
pesawat B737 ini akan menyempurnakan dan membantu pengecekan berat di hanggar Lion
Group Surabaya.
Salah satu alasan pemilihan Batam sebagai tempat MRO adalah ketersediaan lahan disana. Selain itu Lion Group juga mendapat izin dari Badan Pengusaha Batam untuk mendirikan taxi way dari runway Bandar Udara Internasional Hang Nadim menuju hanggar Batam Aero Teknik. Bandar Udara Batam dilengkapi runway sepanjang 4000 meter yang bisa difungsikan bagi pesawat berbadan besar seperti A 380.
Karena
lokasi MRO ini berdekatan dengan Singapura akses pengiriman komponen dari OEM (Original
Equipment Manufacturer) yang mayoritas terletak di Singapura semakin mudah.
Batam Aero
Teknik direncanakan untuk mendapatkan srtifikasi dari DKPPU dan EASA. Dengan
kedua sertifikasi itu maka MRO memiliki izin menangani pesawat beregistrasi
Indonesia dan beregistrasi asing.
Presiden Direktur Lion Group menyampaikan bahwa Batam Aero Teknik akan berkontribusi besar
dalam membangun perekonomian melalui penciptaan lapangan pekerjaan melalui
pendirian Batam Aero Teknik tersebut. Jumlah tenaga kerja yang akan terserap
melalui pembangunan fasilitas itu mencapai 2000 karyawan.